Optimalisasi PKBM Di Pondok Pesantren Sebagai Alternatif Pendidikan Tinggi Bagi Lulusan SMA
DOI:
https://doi.org/10.61519/kdm.v3i1.98Kata Kunci:
PKBM, Pondok Pesantren, Pendidikan Non Formal, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan AlternatifAbstrak
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir untuk memberikan akses pendidikan alternatif yang setara bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal. PKBM yang diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren menjadi solusi strategis untuk memberdayakan lulusan SMA, aparat desa, dan santri yang belum dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk optimalisasi PKBM di Pondok Pesantren Anwar Syarif sebagai alternatif pendidikan tinggi nonformal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM di pesantren ini berperan penting dalam menyediakan layanan pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, pelatihan vokasional, serta fleksibilitas jadwal yang menyesuaikan dengan kebutuhan santri dan masyarakat. Dukungan dari aparatur desa serta pemanfaatan sumber daya pesantren menjadi kunci keberhasilan program. Optimalisasi ini tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan spiritual dalam komunitas. Dengan adanya PKBM, pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi lembaga pemberdayaan masyarakat yang membangun individu-individu mandiri, religius, dan produktif.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Komunikasi Pengabdian Masyarakat (Komdimas)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
