Transformasi Digital dan Produksi Konten Kreatif pada Lembaga Penyiaran Publik: Studi Praktik Kerja di LPP RRI Bogor
DOI:
https://doi.org/10.61519/kdm.v3i1.95Kata Kunci:
Transformasi Digital, Konten Kreatif, Lembaga Penyiaran Publik, RRI Bogor, Praktik KerjaAbstrak
Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan dan produksi konten pada lembaga penyiaran publik. Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), termasuk RRI Bogor, dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi media masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi digital serta praktik produksi konten kreatif yang diterapkan di LPP RRI Bogor berdasarkan pengalaman praktik kerja lapangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara dengan praktisi penyiaran, serta dokumentasi aktivitas produksi konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital di RRI Bogor diwujudkan melalui pemanfaatan platform digital seperti media sosial, streaming radio, dan podcast sebagai strategi perluasan jangkauan audiens. Selain itu, produksi konten kreatif mengalami penyesuaian baik dari segi format, gaya penyajian, maupun keterlibatan audiens, tanpa meninggalkan fungsi utama penyiaran publik sebagai penyedia informasi, edukasi, dan hiburan yang berimbang. Namun, proses transformasi ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, adaptasi budaya kerja, dan konsistensi inovasi konten. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dan praktis bagi pengembangan strategi transformasi digital pada lembaga penyiaran publik di era media konvergensi.
Era konvergensi media menuntut Lembaga Penyiaran Publik (LPP) untuk melakukan adaptasi teknologi dan inovasi konten guna mempertahankan relevansi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi RRI Digital dan sistem Content Management System (CMS) telah mempercepat distribusi informasi. Serta penyebaran konten pemberitaan dan informasi yang kreatif pada aspek traspormasi berita, Iklan Layanan Masyarakat (ILM), naskah filler, dan mini drama radio. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penyiaran publik saat ini sangat bergantung pada keseimbangan antara fungsi kontrol sosial konvensional dengan pemanfaatan platform multimedia.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Komunikasi Pengabdian Masyarakat (Komdimas)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
